Cara pasang speaker masjid
Memasang speaker masjid yang efektif memerlukan pemisahan sistem antara area luar (untuk adzan) dan dalam (untuk salat/ceramah) agar suara jernih dan tidak bergema.
1. Perencanaan Posisi Speaker
Penempatan yang tepat sangat krusial agar suara merata di seluruh ruangan:
Speaker Dalam (Indoor):
Pasang speaker setiap 4–6 meter di sepanjang dinding samping.
Ketinggian ideal adalah 2,5–3 meter dari lantai.
Posisikan speaker di depan (dekat imam/khatib) dengan jarak sekitar 3 meter ke kiri dan kanan dari titik tengah.
Miringkan speaker sedikit ke bawah (sekitar 15-30 derajat) mengarah ke telinga jemaah yang sedang duduk.
Speaker Luar (Outdoor/Horn):
Gunakan unit horn speaker (corong) yang tahan cuaca.
Pasang di menara atau titik tertinggi masjid untuk jangkauan suara adzan yang luas.
Pastikan total watt speaker tidak melebihi kapasitas output amplifier agar perangkat tidak cepat rusak.
Berikut ada beberapa link paket-paket sound system yang bisa jadi referensi:
- Paket sound system Masjid Agung: https://bladiostore.com/product/paket-bma7-tata-suara-sound-system-masjid-agung-peavey-auderpro-column-premium/
- Paket sound system Masjid Besar: https://bladiostore.com/product/sound-sistem-masjid/
- Paket sound system Masjid Sedang: https://bladiostore.com/product/konsultasi-sound-system-masjid/
- Paket sound ssystem Masjid Kecil: https://bladiostore.com/product/paket-sound-system-masjid/
2. Instalasi Kabel dan Koneksi
Jenis Kabel: Gunakan kabel berkualitas minimal ukuran 2×1.5mm untuk meminimalisir kehilangan daya.
Polaritas: Pastikan kabel positif (+) dan negatif (-) tidak terbalik. Kabel COM (-) harus ke terminal COM pada amplifier, dan kabel 100V (+) ke terminal 100V.
Sistem Jalur: Pisahkan jalur kabel speaker luar dan dalam pada amplifier agar volume keduanya bisa diatur secara independen.
3. Pengaturan Perangkat Audio (Tuning)
Amplifier & Mixer: Gunakan amplifier yang sesuai dengan total beban speaker. Mixer membantu mengatur input dari berbagai mikrofon (mikrofon imam, mimbar, dan nirkabel).
Equalizer & DSP: Atur Gain dan Equalizer untuk menekan frekuensi yang menyebabkan dengung (feedback).
Uji Coba: Lakukan tes suara saat ruangan kosong dan saat ada jemaah, karena keberadaan orang di dalam ruangan akan mengubah pantulan suara.
4. Aturan Penggunaan
Sesuai instruksi dari Kementerian Agama dan regulasi terkait:
Volume pengeras suara maksimal adalah 100 desibel (dB).
Gunakan pengeras suara luar hanya untuk adzan dan keperluan mendesak. Untuk kegiatan zikir, doa, atau ceramah, gunakan pengeras suara dalam agar tidak mengganggu warga sekitar.
Beberapa referensi merek sound system untuk Masjid: AUDERPRO, BOSCH, ALAND & RENZA.
Apakah Anda membutuhkan rekomendasi merek atau spesifikasi amplifier yang cocok untuk jumlah speaker tertentu?
Untuk informasi lebih lanjut bisa kontak langsung marketing kami.